penguuman hasil tes cpns pemprov bali 2010

tanggal 11 desember

www.baliprov.go.id

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

proses ngeLEAK

Pada dasarnya ilmu ini sangat rumit dan rahasia sekali. Oleh karena itu jarang seorang guru mau dengan terang-terangan membeberkan ilmu leak.

Sebelum seorang belajar ilmu leak terlebih dahulu harus diketahui otonan atau hari lahir orang tersebut. Hal ini sangat penting, karena kualitas dari ilmu yang dianut bisa diketahui dari otonannya. Satu contoh apabila murid mempunyai otonan Sukra (Jumat) Pon Medangsia berarti dewanya adalah Brahma, otomatis karakter orang tersebut cenderung emosional dalam hal apapun, dan digandrungi perempuan. Sang guru harus hati-hati memberikan pelajaran ini. Kalau tidak murid akan celaka oleh ilmu tersebut. Setelah diketahui barulah proses belajar dimulai, pertama-tama murid harus ngewinten Brahma Widya, dalam bahasa lontar disebut ngerangsukang kawisesan atau memasukkan ilmu kesaktian dalam tubuh, pada hari yang dipilih sang guru.

Tahap dasar, diperkenalkan dengan Aksara Wayah (sastra simbol) atau Modre, dalam hal ini tidak bisa dieja, karena aksara tersebut lebih menyerupai simbol. Tahapan berikutnya murid dirajah (ditulisi) seluruh tubuh dari atas sampai bawah oleh sang guru. Semua pekerjaan tersebut dilakukan di kuburan pada saat Kajeng Kliwon Nyitan.

Kemudian sang murid harus mengucapkan lima sumpah di kuburan : (1) Hormat dan taat dengan ajaran yang diberikan oleh guru, (2) Selalu melakukan ajapa-ajapa atau mantra-mantra menyembah Siwa dan Durga dalam bentuk ilmu kawisesan, (3) tidak boleh pamer kalau tidak kepepet, selalu menjalankan dharma, (4) Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh bersetubuh dengan pasangan bukan sah, (5) Tidak boleh menyakiti atau dengan cara apa pun melalui ilmu yang dipelajari.

Mungkin karena sumpah nomor empat (4) ini sangat ditakuti, akhirnya kebanyakan ilmu ini dipelajari oleh perempuan, sebab (mungkin-red) perempuan lebih kuat menahan nafsu birahi dari laki-laki. Di Bali yang namanya Rangda selalu identik dengan wajah seram, tetapi di Jawa disebut Rondo yang berarti janda. Inilah alasannya kenapa dahulu para janda lebih menguasai ilmu pengeleakan dari pada laki-laki. Pada dasarnya ilmu ini berasal dari tanah Jawa, campuran aliran Siwa dan Budha, yang disebut dengan Bajrayana.

Tingkat satu (I) diajari bagaimana mengendalikan pernafasan, yang di Bali disebut mekek angkihan atau Pranayama. Pada tingkat dua (II) diajarkan visualisasi, disebut Ninggalin Sanghyang Menget. Pada tingkat tiga (III) diajarkan, bagaimana kita melindungi diri dengan tingkah laku yang halus tanpa emosi dan dendam. Ajaran ini disebut pengraksa jiwa. Tingkat empat (IV) diajarkan kombinasi antara gerak pikiran dengan gerak tubuh. Dalam bahasa yoga disebut mudra. Karena mudra ini berupa tarian jiwa akhirnya orang yang melihat atau nonton dibilang nengkleng (berdiri dengan kaki satu). Mudra yang kita pelajari persis seperti tarian Siwa Nata Raja.

Tingkat lima (V) diajar meditasi. Dalam ajaran pengeleakan disebut Ngregep, yaitu duduk bersila, tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur pernafasan sehingga pikiran kita tenang. Tingkat enam (VI) diajarkan ngereh atau ngelekas yaitu ajaran bagaimana melepas roh (mulih Sanghyang Atma Ring Bayu Sabda Idep) melalui kekuatan pikiran dan bathin dalam bahasa sekarang disebut levitasi, kita memang melihat badan kita terbujur kaku tanpa daya. Kesadaran sudah pindah ke badan halus. Pada saat inilah orang disebut berhasil dalam ilmu leak. Teknik ini lumayan berbahaya kalau tidak waspada dan kuat iman serta mental kita akan keliru, bahkan kita bisa tersesat di alam gaib. Kalau sampai tersesat dan lama bisa mati. Ini disebut mati suri, maka Bhagawadgita benar sekali (apapun yang kamu ingat pada saat kematian kesanalah kamu sampai … dan apa pun yang kamu pikirkan begitulah jadinya).

Dibutuhkan ketekunan, puasa, berbuat baik. Sebab ilmu ini tidak akan berhasil bilamana dalam pikiran menyimpan perasaan dendam, apalagi kita belajar ilmu ini untuk tujuan yang tidak baik, tentu tidak akan mencapai tujuannya. Kendati demikian godaan selalu akan datang seperti, nafsu seks meningkat. Ini alasannya kenapa tidak boleh makan daging kaki empat, dan dianjurkan tidur di atas jam 12 malam agar kondisi agak lemas sehingga nafsu seks berkurang. Seorang guru berkata, “kalau ada orang mempelajari leak tidur sore-sore disebut Leak Sanje.

Kewajiban lainnya adalah saat tengah malam tepat jam 12 pelaku ilmu ini diwajibkan untuk meditasi sambil mencoba melepas roh, tetapi dianjurkan yang dekat-dekat dulu. Mungkin ke parit, sawah atau sungai. Celakanya, apabila melepas roh pas lewat di rumah tetangga yang sedang mempunyai bayi, maka otomatis bayi tersebut pasti terbangun dan menangis teriak-teriak. Hal ini disebabkan frekuensi bayi sama seperti orang mrogo sukma tadi. Bayi tersebut tidak takut cuma kaget aja ada klebatan lewat. Mirip handphone adu signal dan blank. Inilah yang dikatakan orang awam bahwa bayi itu amah leak, padahal tidak. Dalam dunia leak, ada aturan dilarang keras untuk lewat atau berada di keluarga yang mempunyai bayi untuk melepas roh (ngelekas, ngereh). Sebab, bagi yang jahil tidak tertutup kemungkinan melepas roh dan mondar mandir di depan rumah orang yang punya bayi, ini yang sering terjadi di Bali, sehingga citra leak rusak dan dituduh menyakiti.

Apalagi ada orang sakit keras kemudian pelaku ilmu ini iseng lewat atau sekedar jenguk melalui rohnya, maka sudah dipastikan orang tersebut kaget dan bisa jadi denyut jantung berhenti. Inilah hal-hal yang oleh orang awam dikatakan, bahwa leak itu jahat, makanya sang balian yang bijak akan memagari rumah orang sakit atau yang punya bayi itu dengan aksara tertentu, yang artinya sebagai simbol para penganut leak dilarang masuk. Apabila ini dilanggar perang antara leak dan balian pun terjadi. Selanjutnya siapa kalah dan menang tergantung siapa yang lebih mumpuni. Disini tidak lagi berbicara dari perguruan leak mana, atau tamatan perguruan leak mana mereka, tetapi sudah perang kawisesan. Inilah yang sering terjadi di Bali yang disebut dengan siat peteng atau perang maya. Pada umumnya dari pihak leak yang sering kalah, sebab leak tidak mempelajari ilmu menyerang, namun ilmu bertahan, sedangkan balian bisa saja ngiwa tengen.

Sangkepan Leak

Kata ini juga sering kita dengar. Sehingga timbul pertanyaan apakah leak ada rapatnya, atau reuni? Yang benar adalah “dalam dunia leak sama seperti perkumpulan spiritual, pada hari-hari tertentu pada umumnya Kajeng Kliwon, kaum leak mengadakan puja bakti bersama memuja Siwa, Durga, Bherawi yang biasanya dipusatkan di Pura Dalem atau di Kuburan, Prajapati dalam bentuk Ndihan (nyala api), bukan kera, anjing dan lain-lain.”

Dengan demikian sekali lagi ditekankan, bahwa ilmu leak bukan ilmu mengubah wujud. Jadi kalau ada yang bilang melihat kera, pitik bengil dan lain-lain, yang melihat kena sihir.

Seperti dalam sastra agama disebutkan, “ya sakti sang sajana darma raksaka, orang bijaksana pasti berpegang teguh pada darma, dan orang yang berpegang darma sudah pasti bijaksana”.

Orang yang sakti belum tentu suci hatinya, namun orang yang suci sudah pasti sakti tingkah lakunya. Jaman sekarang sulit membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, kecuali bertanya pada kedalaman hati kita masing-masing. Sebuah lentera akan padam apinya, apabila minyaknya mengering, namun jangan pernah padamkan api rohani kebersamaan melalui persahabatan.

Ditulis pada mistik | Tinggalkan Komentar

flash of LEAK

Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali.

Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu ada?, apa betul leak itu menyakiti?

Secara umum leak itu tidak menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat.

Karena ilmu leak juga mempunyai etika-etika tersendiri.

Filosofi Leak Ngendih di Bali Tidak gampang mempelajari ilmu leak.

Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu leak.

Di masyarakat sering kali leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu.

Ilmu leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali.

Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh.

Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya.

Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar.

Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu leak ini memang rahasia.

Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari.

Namun zaman telah berubah otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan sesuai dengan zamannya.

Namun esensinya sama dalam penerapan.
Yang jelas ilmu leak tidak menyakiti.

Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa.

Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat seringkali dicap sebagai ilmu leak.

Seperti yang dikatakan diatas leak itu memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih leak.

Endih leak ini biasanya muncul pada saat mereka lagi latihan atau lagi bercengkrama dengan leak lainnya baik sejenis maupun lawan jenis.

Munculnya endih itu pada saat malam hari khususnya tengah malam.

Harinya pun hari tertentu tidak sembarangan orang menjalankan untuk melakukan ilmu tersebut.

Mengapa ditempat angker?

Ini sesuai dengan ilmu leak dimana orang yang mempelajari ilmu ini harus di tempat yang sepi, biasanya di kuburan atau di tempat sepi.

Endih ini bisa berupa fisik atau jnananya (rohnya) sendiri, karena ilmu ini tidak bisa disamaratakan bagi yang mempelajarinya.

Untuk yang baru-baru belajar, endih itu adalah lidahnya sendiri dengan menggunakan mantra atau dengan sarana.

Dalam menjalankan ilmu ini dibutuhkan sedikit upacara.

Sedangkan yang melalui jnananya (rohnya), pelaku menggunakan sukma atau intisari jiwa ilmu leak.

Sehingga kelihatan seperti endih leak, padahal ia diam di rumahnya. Yang berjalan hanya jiwa atau suksma sendiri.

Bentuk endih leak ini beraneka ragam sesuai dengan tingkatannya.

Ada seperti bola, kurungan ayam, tergantung pakem (etika yang dipakai).

Ilmu ini juga memegang etika yang harus dipatuhi oleh penganutnya.

Filosofi Leak Ngendih di Bali Endih leak ini tidak sama dengan sinar penerangan lainnya, kalau endih leak ini biasanya tergantung dari yang melihatnya.

Kalau yang pernah melihatnya, endih berjalan sesuai dengan arah mata angin, endih ini kelap-kelip tidak seperti penerangan lainnya hanya diam.

Warnanya pun berbeda, kalau endih leak itu melebihi dari satu warna dan endih itu berjalan sedangkan penerangan biasanya warna satu dan diam.

Karena endih leak ini memiliki sifat gelombang elektromagnetik mempunyai daya magnet.

Ilmu leak tidak menyakiti.

Orang yang kebetulan melihatnya tidak perlu waswas.

Bersikap sewajarnya saja.

Kalau takut melihat, ucapkanlah nama nama Tuhan.

Endih ini tidak menyebabkan panas.

Dan endih tidak bisa dipakai untuk memasak karena sifatnya beda.

Endih leak bersifat niskala, tidak bisa dijamah.

Leak Shoping di Kuburan

Pada dasarnya, ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut leak.

Yang ada adalah “liya, ak” yang berarti lima aksara (memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu).

Filosofi Leak Ngendih di Bali Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma.
- Si adalah mencerminkan Tuhan
- Wa adalah anugrah
- Ya adalah jiwa
- Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
- Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa

Kekuatan aksara ini disebut panca gni (lima api). Manusia yang mempelajari kerohanian apa saja, apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya (aura).

Cahaya ini keluar melalui lima pintu indria tubuh yakni telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan.

Pada umumnya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut. Sehingga apabila kita melihat orang di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut orang tersebut.

Pada prinsipnya, ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang. Yang dipelajari adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut.

Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontaksi batin agar badan astra kita bisa keluar. Ini pula alasannya orang ngeleak.

Apabila sedang mempersiapkan puja batinnya disebut angeregep pengelekasan. Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum disebut endih.

Bola cahaya melesat dengan cepat. Endih ini adalah bagian dari badan astral manusia (badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu)

Di sini pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain. Jangan salah, dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya.

Sebab tidak semua orang bisa melihat endih. Juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak.

Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat dengan orang mati. Orang ngeleak hanya shoping-nya di kuburan (pemuwunan).

Apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik sesuai karmanya.

Begini bunyi doa leak memberikan berkat : ong, gni brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta. mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahatama. ong rang sah, prete namah.

Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikan sebagai tirta. Nah, di sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam. Dikatakan bahwa leak ke kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu.

Kenapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan.

Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan. Kenapa demikian?

Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra.

Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.

Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan.

Di Jawa tradisi ini disebut tirakat.

Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari. Ada tujuh tingkatan leak.

Leak barak (brahma).

Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api. Leak bulan, leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, leak siwa klakah.

Leak siwa klakah inilah yang tertinggi. Sebab dari ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.

Filosofi Leak Ngendih di Bali Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu. Di sinilah penganut leak sering kecele, ketika emosinya labil.

Ilmu tersebut bisa membabi buta atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama perguruan.

Sama halnya seperti pistol, salah pakai berbahaya. Makanya, kestabilan emosi sangat penting, dan disini sang guru sangat ketat sekali dalam memberikan pelajaran.

Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang.

Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut penestian. Ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam.

Ada pun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi. Setelah emosi barulah dia bereaksi.

Emosi itu dijadikan pukulan balik bagi penestian. Ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana. Ini disebut pengiwa (tangan kiri).

Kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri.

Pengiwa banyak menggunakan rajah-rajah (tulisan mistik). Juga pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgent di lab.

Yang paling canggih adalah cetik (racun mistik). Aliran ini bertentangan dengan pengeleakan. Apabila perang, beginilah bunyi mantranya, ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan segara gni…bla…bla.

Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di Kuburan pada saat tengah malam.

Ditulis pada mistik | Tinggalkan Komentar

menghadapi hiruk pikuknya kehidupan duniawi

Raga dwesa yuktaistu.

Wisayan indriyais caran

Atmawasair widheyaatmaa

Prasaadam adhigacchati (Bhagawad Gita II.64).

Maksudnya: Hidup di tengah-tengah hiruk pikuknya benda-benda duniawi dengan tetap menguasai kekuatan pikiran dari tarikan kesenangan dan kedengkian dengan kuat mengendalikan diri, akan mencapai kedamaian jiwa.

DINAMIKA kehidupan di dunia dewasa ini semakin sulit diprediksi. Lebih-lebih hiruk pikuknya kehidupan di dunia ini disertai dengan pesatnya pengembangan rekayasa iptek. Akibat negatif dan positif dari rekayasa iptek itu semakin fluktuatif. Ada hasil rekayasa iptek yang akibat positifnya lebih banyak dari akibat negatifnya. Demikian juga sebaliknya. Sangat tergantung niat manusia yang ada dibelakang pengembangan IPTEK tersebut. Mahatma Gandi menyatakan ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan dapat menimbulkan dosa sosial. Ini berarti kalau rekayasa iptek itu dikembangkan oleh SDM yang kuat rasa kemanusiaannya tentunya rekayasa iptek itu justru akan menimbulkan kebaikan publik.

Tetapi kalau SDM-nya sangat lemah rasa kemanusiaannya akan menimbulkan bencana kemanusiaan. Seperti adanya makanan oplosan dengan menggunakan zat kimia berbahaya. Ada obat-obat palsu beredar di pasaran. Ada uang palsu yang dapat merusak ekonomi bangsa. Adanya pemalsuan berbagai merek barang yang banyak merugikan berbagai pihak. Mereka yang merusak kehidupan publik itu nyatanya banyak yang hidupnya berkecukupan. Hukumpun tak mampu menyentuh prilaku jahatnya itu. Bahkan mereka yang melakukan kejahatan itu dari kalangan elit seperti pendidikan tinggi, dari keluarga mampu, ada dari mereka yang keluarganya sudah punya pengaruh luas.

Mereka yang tidak kuat berpegang pada dharma dapat hanyut ikut melakukan hal-hal yang melanggar Agama maupun hukum serta norma-norma hidup lainnya. Tapi bagi yang memahami posisi dharma ia tidak akan terpengaruh oleh hidup pikuknya gejolak zaman Kali yang bersifat palsu itu. Manawa Dharmasastra I.82 menyatakan bahwa pada zaman Kerta, dharma ditopang oleh empat kekuatan penuh. Pada zaman Tretya kekuatan dharma berkurang seperempatnya. Pada zaman Dwapara kekuatan dharma dan adharma seimbang betul. Pada zaman Kali kekuatan dharma hanya satu sedangkan adharma kekuatannya tiga. Kalau secara matematik adharma sepertinya akan unggul melawan dharma. Tetapi bagi yang kuat berpegang pada dharma jalkan pujanam dan sevanam ia akan mendapatkan perlindungan dari Tuhan dari pengaruh adharma. Pujanam artinya meyakini dan memuja Tuhan dengan penuh bhakti. Sedangkan sevanam artinya memandang hidup ini adalah pelayanan kepada alam, kepada sesama dan pada yang tertinggi yaitu Tuhan Yang Mahaesa. Subha Sita Veda menyatakan: Para upakara punyaya, papaya parapidana. Artinya siapapun yang hidupnya senantiasa melayani orang lain, ia akan dapat punia atau kemuliaan. Barang siapa yang hidupnya menyakiti pihak lain hidupnya akan dirundung oleh derita.

Bagi mereka yang kuat berpegang pada ajaran Dharmasastra ini, menghadapi hiruk pikuknya kehidupan didunia ini ia tidak akan khawatir. Hidup bukan kuantitas tetapi kualitas. Kualitas hidup ukurannya adalah dharma. Mereka merasa mewah dalam kesederhanaan. Hidup glamour bergelimang kenikmatan duniawi bukanlah kemewahan bagi mereka yang berpegang pada Dharma. Hal inilah yang dipegang oleh Pandawa. Meskipun mereka sederhana dalam ukuran duniawi, tetapi mereka berada di jalan dharma. Mereka merasa dekat dan berada pada lindungan Tuhan. Dekat dan merasa ada dalam perlindungan Tuhan, inilah kemewahan baginya. Pikiran dan hati nuraninya tak tergoyahkan oleh kenikmatan duniawi yang berada di luar jalur dharma. Keindahan dunia dinikmati sepanjang ada dijalur dharma. Mereka yang berpegang pada dharma bukan menolak keindahan dan gemerlapannya dunia. Keindahan dunia dapat dinikmati sepanjang berdasarkan dharma dan tidak merusak sistem alam berdasarkan hukum Rta.

Hukum Rta-lah ciptaan Tuhan untuk menata dinaika alam. Dengan hukum Rta alam beredar sesuai dengan hak azasi alaminya. Menikmati dinamika alam dengan tidak melanggar hak azasi alam itu sendiri bahkan justru sebelum dinikmati alam itu dikuatkan eksistensi alaminya terlebih dahulu. Dengan demikian kehidupan itu dapat berlangsung dengan tidak merusak alam tersebut. Keyakinan dan bhakti pada Tuhan hendaknya menjadi sikap hidup untuk menguatkan pikiran dan hati nurani dalam mengarungi hiruk pikuknya dunia modern bahkan para ilmuwan menyebutnya post modern. Dengan kuatnya pikiran dan hati nurani berpegang pada Dharma dengan senantiasa berlindung pada Tuhan orang akan mampu mengarungi hiruk pikuknya glamournya benda-benda duniawi. Dalam Bhagawad Gita VII.1 dinyatakan untuk membuat senantiasa dekat Tuhan ada lima hal yang sepatutnya dilakukan yaitu: Asta manah; pusatkan dan kuatkan pikiran meyakini dan berbakti pada Tuhan Yoga yunjana; laksanakan ajaran yoga dengan tekun, Madasraya; selalu berlindung pada Tuhan, Asamsaya; tidak pernah ragu berpegang pada dharma, Samagraham yaitu pasrah dengan sepenuhnya hanya pada Tuhan. Dengan lima kegiatan itulah seseorang dapat menguatkan dirinya menghadapi dinamika dunia yang semakin fluktuatif. Dengan berpegang pada upaya yang ditunjukan oleh pustaka suci itu maka kita akan tidak ragu hidup dalam mengarungi hiruk pikuknya dunia post modern dewasa ini.

Bahkan sikap hidup yang kuat berpegang pada nilai-nilai spiritual kitab suci itu kita tidak hanyut pada dinamika dunia yang multi dimensi tersebut. Justru sebaliknya tahap demi tahap dapat menjadi contoh dalam kehidupan modern itu. Pada zaman Kali ini masyarakat akan menutup telinga pada nasehat-nasehat, tetapi akan membuka mata pada contoh-contoh yang baik dari mereka kuat berpegang pada kehidupan yang kuat berpegang pada nilai-nilai dharma. Hidup ini tidak harus menjauhi dinamika duniawi, tetapi yang penting tidak hanyut oleh dinamika duniawi tersebut. Dunia ini adalah sarana kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Tanpa sarana dunia, manusia tidak bisa hidup. Yang penting dunia ini jangan dipandang sebagai tujuan. Manusia hendaknya menjadikan dunia ini sebagai sarana mewujudkan tujuan hidup mencapai dharma, artha dan kama sebagai dasar untuk mencapai moksha di dunia niskala. Mereka yang demikian itulah yang akan dapat mencapai ketenangan jiwa dalam hiruk pikuknya gejolak dunia.

Ditulis pada sosial | Tinggalkan Komentar

MASTURBATION IS NOT CRIME BUT JUST FOR HEALTH

Tidak usah ragu-ragu untuk melakukan yang namanya Masturbasi, dari pada kita menyalurkannya dengan memaksa orang lain apalagi sesama jenis! lagi pula Masturbasi  itu juga bukan kriminalisasi tapi kalau ad yang nanya apa itu dosa, gue ngga tau sich!

‘Manfaat Masturbasi ialah mencegah kanker serviks dan diabetes’

Wah………Baru baca sedikit aja sudah ngeri yach…??? maksudnya kata kanker serviksnya ama diabetesnya, apalagi kriminalisasi ama dosanya itu loh….!!!kalau yang jadi cara pencegahannya seh kayaknya sudah gak pada asing lagi untuk ukuran masyarakat indonesia khususnya bagi para penyendiri. tapi kata kakek saya itu merupakan kata yang tabu loh,tetapi apakah anda tahu jika masturbasi bisa mencegah kanker serviks dan dengan masturbasi juga bisa mencegah sakit diabetes karena kadar diabetes tipe 2 bisa menurun, pasti anda bingung kenapa bisa seperti itu.

Obat diabetes dan obat kanker serviks sangat mahal harganya, lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena memang jika sudah terjangkit maka akan sangat sulit sekali untuk menyembuhkannya, lebih baik melakukan masturbasi secara rutin untuk mendapatkan tingkat orgasme yang teratur, tetapi bagi yang punya pasangan anda tidak perlu melakukannya, cukup anda berhubungan badan saja sudah cukup asal sama-sama mengalami klimaks, artikel lain yang saya punya adalah ara mencegah kanker payudara.

Manfaat masturbasi menurut kesehatan
- mencegah infeksi saluran kemih dan infeksi serviks, perempuan akan terlindung dari infeksi serviks dan infeksi saluran kemih jika mereka melakukan masturbasi secara rutin, saat perempuan mengalami orgasme makan akan terjadi pembukaan pada leher rahim.
- dapat memperbaiki fungsi kardiovaskuler dan juga bisa menurunkan diabetes tipe 2 sehingga bisa di katakan dapat menyembuhkan sakit diabetes.
- Perempuan yang mendapatkan orgasme secara teratur, melalui hubungan seks dengan pasangan maupun masturbasi, juga menunjukkan peningkatan kesehatan kardiovaskuler yang berkaitan dengan jantung.
- Masturbasi akan membuat anda mampu melupakan stres yang dihasilkan oleh kesibukan kerja. Usai sesi masturbasi, anda juga bisa tidur lebih lelap.
Begitulah kira-kira manfaat Masturbasi menurut ahli kedokteran..

eiiitsss…tentunya ada manfaat ada juga efeknya dong….
Kira-kira beginilah efeknya menurut para ahli di kebumen khususnya di kecamatan Ayah….
- Masturbasi akan membuat anda ketagihan
- Masturbasi akan membuat selalu berpikiran negatif
- Kalau tidak hati-hati tentunya akan membuat alat vital lecet-lecet
- Cepet loyo kalau kurang jamu
- Boros sabun mandi dan shampo
- Dan tentunya kurang disukai agama karena agama menganjurkan untuk sesegera menikah jika sudah cukup umur
Saran saya yang sering-sering aja….yang kasih komentar ketahuan kalau sering masturbasi

Ditulis pada kesehatan | Tinggalkan Komentar

Tips merawat baterai Notebook

Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk merawat Baterai notebook agar tidak cepat rusak :

1. Jangan dibanting

2. Jangan di cuci

3. Jangan dibakar

4. Jangan digigit apalagi sampai dimakan

5. Baterai yang masih baru distrum minimal 6 jam

6. Pasangkan charger selama mengoperasikan Notebook

7. Jika sudah penuh, charger tidak perlu dicabut

 

Ditulis pada tips | Tinggalkan Komentar

Pemaian sepak bola jadi Atlet Sumo

STD. SILIWANGI,(GM)-
Rachmat Afandi menjadi pemain yang kandungan lemak di dalam tubuhnya paling tinggi di antara 17 pemain yang menjalani tes lemak usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/10). Di bawah mantan striker Arema Indonesia ini ada nama rekan sekamarnya, Isnan Ali dan gelandang anyar Persib asal Singapura, Shahril Ishak. 

Berdasarkan hasil deteksi sebuah alat bernama body fat monitor yang dibawa dokter gizi Persib, dr. Phaidon L. Toruan, kandungan lemak yang terdapat di dalam tubuh Fandi mencapai 21,8% dari 72 kg berat badannya. Sedangkan Isnan berada di peringkat kedua dengan kandungan lemak mencapai 21,7% dari 67 kg berat badannya, disusul Shahril 19,3% dari 68 kg berat badannya.

Dibantu dua asistennya, Ivan Rivan Firdaus dan Rika Soraya, Phaidon menguji kadar lemak seluruh pemain yang menjalani sesi latihan kemarin, kecuali Cristian Gonzales yang tidak melakukannya. Tidak jelas alasan kenapa Gonzales tidak melakukan tes kadar lemak.

Kendati tidak memberikan penilaian terhadap hasil awal pengujian kadar lemak para pemain Persib, Phaidon sempat mengatakan, persentase kadar lemak seseorang itu tidak boleh berada di atas 20%. “Bahkan untuk seorang atlet, kadar lemak itu diusahakan seminimal mungkin,” katanya.

Dikatakan Phaidon, data awal yang didapatkan dari hasil tes kadar lemak itu akan digunakannya sebagai bahan evaluasi untuk memberikan program diet yang akan diberikan kepada seluruh pemain Persib. “Diet itu bukan berarti tidak makan, tetapi memilih makanan,” katanya.

Memengaruhi stamina

Dalam penjelasan selanjutnya, Phaidon mengatakan, kadar lemak dalam tubuh pemain tersebut akan sangat memengaruhi performanya di lapangan, terutama menyangkut stamina dan konsentrasi. Dengan program yang akan diberikannya, Phaidon berharap stamina dan konsentrasi para pemain Persib bisa ditingkatkan.

“Kalau saya contohkan motor, kapasitas pemain sekarang adalah 110 cc. Dengan diet dan menu khusus yang akan saya berikan, kapasitas itu bisa ditingkatkan menjadi 150 cc,” ujarnya.

Salah satu menu khusus yang selama ini sudah diberikan adalah nasi merah, lauk-pauk yang dikukus, dan air kelapa di setiap pertandingan. Tes kadar lemak ini akan terus dilakukan secara kontinu. (B.82)*

Ditulis pada olahraga | Tinggalkan Komentar